Skip to main content

Title

Bagaimana Kalau si Kecil Tak Suka Mandi?

bagaimana-kalau-si-kecil-tak-suka-mandi.png

Agar tubuh si Kecil senantiasa sehat, Ibu tak hanya perlu memerhatikan asupan nutrisinya, namun juga kebersihan tubuhnya. Mandi, merupakan salah satu cara untuk menjaga kebersihan dan merawat kulit si Kecil. Namun, tak jarang anak akan menangis dan rewel ketika waktu mandinya tiba. Meskipun Ibu menerapkan cara memandikan bayi yang benar, si Kecil tetap menunjukkan ketidaknyamanan saat mandi dan hal ini kadang membuat Ibu jadi kewalahan sendiri, ya. Nah, supaya waktu mandi si Kecil tetap terasa menyenangkan, simak informasi berikut ini ya, Bu.

Imajinasi si Kecil yang Sudah Mulai Berkembang

Pada masa tumbuh kembang si Kecil yang sedang aktif-aktifnya, tak jarang anak akan merasa kesal saat aktivitas bermainnya terganggu. Itu sebabnya, terkadang si Kecil akan menangis saat mandi. Akan tetapi, selain kesal ia juga mungkin merasa takut saat mandi. Biasanya, rasa takut ini muncul pada usia 12-18 bulan karena kemampuan berimajinasinya sudah lebih matang. Ketakutan dapat muncul karena beragam alasan, Bu. Mulai dari takut sabun masuk mata dan menyebabkan pedih, hingga ketakutan yang tak masuk akal karena dalam imajinasinya, misalnya benda-benda sepele di kamar mandi seperti shower yang rasanya bagaikan benda misterius dan menakutkan untuk si Kecil.

Cara Mengatasi Takut Mandi

Meskipun takut mandi adalah hal yang alami dan cukup wajar dialami oleh si Kecil, bukan berarti Ibu harus membiarkan ketakutannya begitu saja, ya. Seiring dengan masa pertumbuhannya, si Kecil tetap harus belajar untuk mengatasi rasa takutnya. Oleh sebab itu, Ibu perlu memahami beberapa  tata cara memandikan bayi berikut, agar si Kecil tak lagi takut dan trauma dengan mandi.

  • Mulai dari Tempat Mandi Kecil

Kamar mandi yang sering Ibu dan anggota keluarga lainnya gunakan, mungkin terasa terlalu besar untuk si Kecil, ya. Itu sebabnya, Ibu bisa siapkan bak kecil khusus untuknya yang diisi dengan air hangat serta beberapa mainannya. Bak mandi yang kecil, dapat membuatnya merasa lebih nyaman dan aman karena imajinasinya mengenai benda ataupun ruangan besar dapat sedikit teralihkan. Secara perlahan, Ibu bisa mulai membiasakan ia untuk mandi tanpa menggunakan bak kecilnya, seiring dengan bertambahnya usia si Kecil.

  • Buat Kegiatan Mandi Menjadi Menarik

Dengan air dan sabun saja, sering kali terasa cukup menyenangkan bagi anak. Namun, hal tersebut lama-kelamaan akan terasa membosankan dan membuat si Kecil tak lagi antusias. Oleh sebab itu, Ibu dapat membawa beragam mainan favoritnya, misalnya mainan karet berbentuk hewan, kemudian buatlah dongeng singkat untuk menemaninya mandi. Sebagai salah satu cara memandikan anak yang menyenangkan, aktivitas ini juga bisa menjadikan ikatan antara si Kecil dan Ibu semakin erat, lho.

  • Biarkan si Kecil Mengeksplorasi Diri

Demi mengakrabkan diri dengan hal-hal yang berhubungan dengan aktivitas mandi, Ibu tak hanya perlu mengetahui cara memandikan bayi yang benar, namun juga membiarkan si Kecil untuk menjelajahi sendiri seluruh peralatan mandi miliknya. Ibu bisa menyiapkan sabun ataupun shampoo dengan wangi yang ia sukai agar ia merasa nyaman. Hal-hal kecil tersebut, dapat membantu menghilangkan ketakutannya seiring dia mengenali setiap benda dan kegiatan mandi.

  • Jadwalkan dengan Rutin

Beberapa Ibu mungkin berpikir, semakin sering mandi, si Kecil akan terhindar dari kuman atau bakteri. Namun, terlalu banyak bersentuhan dengan air justru dapat berisiko mengikis kelembapan kulit bayi, lho. Ibu cukup menjadwalkan satu atau dua kali sehari agar kelembapan kulitnya tetap terjaga serta gunakan JOHNSON’S® baby milk dengan rice bath yang mengandung nutrien beras, vitamin A, dan vitamin E, ya. Tak lupa, berikan perlindungan ekstra dengan menaburkan bedak bayi di seluruh permukaan kulitnya untuk mencegah risiko gangguan kulit.

Itulah alasan mengapa si Kecil tak suka mandi dan beberapa cara mengatasinya. Kini, Ibu tak hanya mengetahui cara memandikan bayi yang benar, namun juga kiat mudah agar waktu mandi bersama si Kecil jadi lebih menyenangkan. Selamat mencoba, Bu!

Kembali ke Atas