Skip to main content

Title

Kenapa Sebaiknya Bayi Tidur Tanpa Bantal?

johnsons-baby-kenapa-sebaiknya-bayi-tidur-tanpa-bantal.png

Jauh sebelum bayi mungil Ibu lahir, berbagai perlengkapan untuk menyambut kehadirannya tentu sudah Ibu persiapkan, ya. Tak terkecuali bantal tidur. Namun, tahukah, Bu? Ternyata penggunaan bantal tidur untuk bayi sebenarnya tidak disarankan lho. Sebab, hal ini berisiko membuat si Kecil mengalami beberapa hal berikut:

  1. Sesak Napas

Saat usianya belum genap setahun, si Kecil belum bisa mengendalikan posisi tidurnya dengan baik. Sehingga, bisa saja tanpa sengaja ia tertindih bantal saat tidur. Bila hal ini terjadi, saluran napasnya berisiko tertutup, sehingga ia pun mengalami sesak napas, Bu.

  1. Risiko Kematian Mendadak pada Bayi

Mungkin Ibu pernah ya mendengar kasus bayi meninggal mendadak saat tidur? Tahukah, Bu? Peluang kejadian yang dikenal dengan sebutan Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) ini ternyata bisa meningkat bila Ibu memberikan bantal tidur pada bayi lho.

Alasannya, cekungan di bagian tengah yang biasa dijumpai pada bantal bayi membuat kepala si Kecil tidak bisa bergerak dengan bebas. Sehingga, saat si Kecil tidak nyaman karena kesulitan bernapas, ia tidak bisa leluasa menyesuaikan posisi agar bisa bernapas kembali.

Tak hanya itu, bila tanpa sepengetahuan Ibu jahitan pada bantal si Kecil terbuka, material isian bantal bisa saja keluar dan tertelan oleh bayi. Akibatnya, bayi jadi tersedak dan kesulitan bernapas, Bu. Oleh sebab itu, ranjang si Kecil perlu dibersihkan dari bantal, boneka, dan benda-benda lain yang berpotensi membuat si Kecil tersedak.

  1. Risiko Panas/Gerah

Tidur dengan bantal juga bisa membuat bayi Ibu berkali-kali terbangun karena ia merasa kegerahan, lho. Sebab, hawa panas yang keluar dari kepala bayi akan mengendap dan terperangkap di bantal, sehingga si Kecil jadi rentan kepanasan saat tidur, Bu. Hal ini tentu cukup mengganggu dan membuat si Kecil sulit mendapatkan tidur yang berkualitas, ‘kan?

  1. Risiko Kejang Otot Leher

Bentuk bantal bayi umumnya didesain cekung di bagian tengah agar posisi kepala si Kecil tidak banyak berubah saat tidur. Padahal, dengan pergerakan yang terlalu sedikit, otot leher si Kecil justru berpotensi mengalami kaku dan tegang sehingga bayi berisiko merasa kesakitan.

  1. Risiko Bentuk Kepala Sulit Membundar Sempurna

Tak hanya berisiko membuat si Kecil mengalami kejang dan kaku leher, posisi kepala yang tak banyak bergerak saat tidur karena terganjal bantal juga berisiko menghambat bentuk kepala si Kecil membundar dengan sempurna, Bu. Sebab, akan ada tekanan pada tempat yang sama pada bagian kepala si Kecil yang masih lunak, yaitu bagian belakang. Efeknya, bagian yang semestinya membundar itu, jadi cenderung datar.

Itulah lima alasan untuk tidak memberikan bantal pada si Kecil terlalu dini. Menurut Lembaga Pengawas Keamanan Produk untuk Konsumen di Amerika Serikat, pemberian bantal untuk bayi diperbolehkan, bila si Kecil sudah berusia satu tahun ke atas. Sebab, risiko terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan tadi sudah lebih kecil, Bu.

Selain faktor keamanan dan keselamatan, Ibu juga perlu memerhatikan faktor kenyamanan tidur bayi. Salah satu caranya yaitu dengan memastikan tubuh si Kecil sudah bersih dan terasa segar sebelum tidur. Untuk itu, mandikan si Kecil jelang waktu tidur dengan menggunakan JOHNSON'S® Bedtime Baby Bath, Bu. Diperkaya NATURAL CALM yang memiliki wangi lembut menenangkan, sabun mandi bayi dari JOHNSON’S® ini membantu tubuh si Kecil terasa bersih sebelum tidur sehingga ia lebih rileks dan mudah memasuki tahapan tidur lelap.

Nah, yuk, berikan perawatan terbaik untuk bayi tanpa mengabaikan keselamatannya, Bu!

Kembali ke Atas