Skip to main content

Title

Pertimbangkan 5 Hal Ini Sebelum Memilih Mainan untuk Bayi

johnsons-baby-pertimbangkan-5-hal-ini-sebelum-memilih-mainan-untuk-bayi.png

Selain bisa digunakan untuk menghibur si Kecil dan membuatnya terhindar dari rasa bosan, mainan bayi juga bisa Ibu manfaatkan sebagai salah satu sarana untuk mengoptimalkan perkembangan si Kecil. Oleh karena itu, memilih mainan si Kecil sebaiknya tidak dilakukan secara asal-asalan, Bu. Menurut American Academy of Pediatrics, berikut beberapa hal yang perlu Ibu pertimbangkan sebelum memilih mainan untuk bayi. Simak, yuk!

  1.    Sesuaikan dengan Usia si Kecil

Supaya mainan yang Ibu pilih bisa mendukung dan mengoptimalkan perkembangan si Kecil, menyesuaikan jenis permainan anak bayi dengan usia si Kecil menjadi tips pertama yang perlu Ibu praktikkan. Hal ini tak sulit dilakukan kok, Bu, karena kini label petunjuk usia sudah tertera di hampir semua mainan yang ada di toko. Jadi, Ibu tinggal memilih mana mainan yang tepat untuk si Kecil sesuai usianya saat ini. Mudah, ‘kan?

  1. Periksa Mainan dengan Detail

Baik mainan baru maupun mainan bekas, periksa dengan saksama terlebih dulu sebelum memberikannya pada bayi ya, Bu. Mengingat sejak usia 5 atau 6 bulan si Kecil mulai memasuki fase oral (fase di mana bayi secara refleks memasukkan benda apa pun ke mulutnya), pastikan tidak ada tombol, baterai, benang, pita, manik-manik, cat terkelupas, dan pernak-pernik kecil lainnya yang berpotensi tertelan.  Hal lain yang juga tak kalah penting, pastikan mainan itu tidak memiliki pinggiran tajam sehingga berpotensi melukai si Kecil.

  1. Hindari Mainan yang Memiliki Tali Panjang

Supaya bayi mungil kesayangan Ibu tetap aman, hindari pula memberikan mainan yang memiliki tali cukup panjang (lebih dari 30 cm). Alasannya, karena bayi belum mampu mengontrol gerak tubuhnya sendiri dengan baik, bermain dengan mainan yang memiliki tali panjang berisiko membuat lehernya terlilit sehingga ia tercekik, Bu.

  1. Hindari Mainan Bermagnet

Menurut Komisi Pengawas Keamanan Produk untuk Konsumen di Amerika Serikat, mainan untuk bayi sebaiknya juga tidak memiliki magnet, Bu. Sebab, sekecil apapun ukurannya, magnet memiliki daya untuk menarik sesama magnet atau logam lainnya. Bila tanpa sengaja bayi menelan lebih dari satu keping magnet atau ada logam lain yang juga ikut tertelan, dua benda asing ini akan saling tarik-menarik di dalam usus dan berpotensi menyebabkan luka maupun lubang pada saluran cerna si Kecil.

  1. Pastikan Mainan Tidak Mengandung Unsur Berbahaya

Selain empat poin di atas, pastikan juga mainan yang Ibu pilih tidak mengandung unsur-unsur yang bisa membahayakan kesehatan si Kecil seperti Phthalates, Kadmium, Merkuri, dan Arsenik, ya, Bu. Untuk itu, Ibu perlu lebih jeli saat memilih. Selain memerhatikan label petunjuk usia, pastikan juga terdapat logo sertifikasi yang menyatakan mainan tersebut sudah lolos uji batas aman kandungan bahan kimia. Di Indonesia, logo sertifikasi yang berlaku ialah SNI (Standar Nasional Indonesia).

Dengan memerhatikan lima poin tadi, mainan yang Ibu berikan untuk bayi pun menjadi lebih aman sehingga si Kecil terhindar dari risiko-risiko yang mengancam keselamatan dan kesehatannya, Bu. Supaya manfaat bermain yang diperoleh bayi semakin optimal, Ibu juga perlu memerhatikan kenyamanan si Kecil selama bermain. Pastikan ia terhindar dari masalah kulit kering yang bisa membuatnya merasa risih dan tak nyaman.

Oleh sebab itu, aplikasikan baby lotion ke kulit si Kecil setiap ia selesai mandi ya, Bu. Terkait hal ini, JOHNSON’S® milk + rice baby lotion bisa menjadi pilihan. Dengan kandungan protein susu dan nutrien beras di dalamnya, baby lotion dari JOHNSON’S® ini membantu Ibu menutrisi kulit si Kecil sehingga kelembapannya terjaga serta senantiasa halus dan lembut.

Nah, setelah membaca tips di atas, yuk, pilih mainan bayi yang aman untuk si Kecil!


 

Kembali ke Atas