Skip to main content

Bunda yang memiliki balita pasti pernah merasakan betapa repotnya mengganti popok atau celana si Kecil setiap waktu. Namun, seiring dengan bertambahnya usia Bunda bisa mulai mencoba mengajarinya untuk pipis di toilet setiap ia ingin pipis ataupun buang air besar.

Apa yang perlu diketahui tentang potty training?

·         Perlu kesabaran dan ketekunan orang tua

Potty training merupakan proses yang tidak bisa dibilang mudah. Mengajak si Kecil untuk meninggalkan kebiasaan pipis di popok atau celana dan mulai pipis di potty kecil miliknya atau di kamar mandi membutuhkan waktu dan ketekunan dari orang tua untuk mengajari si Kecil dengan sabar.

·         Fase yang berbeda pada tiap anak

Meski sebaiknya dilakukan sedini mungkin, Bunda perlu mengetahui bahwa setiap anak memiliki waktu yang berbeda-beda untuk menjalani fase transisi ini. Beberapa anak dapat berhasil untuk pipis di toilet sejak menginjak usia dua tahun sementara beberapa yang lain baru bisa memulai di usianya yang kelima. Hal ini disebabkan oleh perbedaan kemampuan masing-masing anak dalam memahami instruksi, insting, juga kemampuan untuk menahan keinginan untuk buang air secara sadar.

Tanda-tanda si Kecil siap potty training:

1.       Mulai menunjukkan ketertarikan akan kamar mandi

Jika si Kecil menunjukkan tanda-tanda ketertarikan pada aktivitas Bunda di kamar mandi, seperti mengikuti Bunda masuk ke kamar mandi atau mellihat dari jauh saat Bunda sedang gosok gigi, gunakan momen tersebut untuk segera mengajaknya turut serta masuk ke kamar mandi dan mengajarinya untuk buang air di toilet.

2.       Waktu buang air mulai teratur setiap harinya

Jika interval waktu pipis atau BAB-nya semakin teratur dan ia kerap memberi tahu Bunda untuk mengganti popoknya setelah buang air, itu artinya si Kecil sudah dapat menerima sesi potty training dari Bunda. Mulailah dengan menuntunnya ke kamar mandi saat ia memanggil Bunda untuk mengganti popoknya.

3.       Dapat membedakan kondisi basah dan kering

Bunda dapat menunggu hingga si Kecil mulai paham akan kondisi basah dan kering sebelum memulai potty training. Biasanya, ia akan merasa tidak nyaman jika popoknya basah dan mulai menunjukkan tanda pada Bunda untuk segera mengganti popoknya sehabis buang air.

4.       Dapat membuka popok celana sendiri

Sebelum sampai pada tahap potty training, pertama-tama Bunda bisa mencoba mengganti popok bayinya dengan popok celana. Hal ini akan memudahkannya untuk memberi tanda pada Bunda bahwa ia sudah buang air dengan menarik-narik popoknya. Bunda sebaiknya menunggu hingga ia dapat membuka atau menarik sendiri popok celananya saat ia ingin buang air atau bahkan jika ia sudah selesai buang air. Jika si Kecil sudah dapat membuka sendiri popok celananya, segera ajak ia ke potty-nya atau ke kamar mandi untuk mengajarinya kebiasaan baru.

5.       Merasa senang pada pujian yang Bunda berikan tiap ia berhasil melakukan sesuatu

Jika si Kecil kerap merasa senang saat Bunda memujinya setelah melakukan sesuatu, kondisi ini bisa Bunda manfaatkan untuk segera mengajaknya melakukan misi baru: belajar pipis dan buang air besar di toilet. Berikan ia pujian berupa tepuk tangan, kecup atau pelukan agar ia tetap semangat dan kembali melakukan hal yang sama setiap hari saat ingin buang air.

 

 

Para ibu di seluruh dunia percaya pada JOHNSON’S® untuk merawat bayi mereka.

Kami berkomitmen untuk berkolaborasi dengan para ibu, ahli kesehatan serta peneliti untuk memastikan produk kami memiliki standar terbaik dalam hal keamanan, kualitas, dan perawatan.

Kembali ke Atas