Skip to main content
cara-mengatasi-dan-mencegah-header-image.jpg

Melihat si kecil yang tadinya selalu ceria kini jadi gampang menangis karena gatal-gatal biang keringat tentu membuat Ibu cemas. Namun, jangan khawatir, Bu! Masalah biang keringat dapat segera teratasi dengan menerapkan cara merawat kulit bayi yang tepat. Yuk cari tahu dulu apa itu biang keringat dan penyebabnya, agar cara mengatasinya nanti juga tepat sasaran.

Apa itu biang keringat?

Biang keringat adalah masalah kulit yang sering muncul karena kelenjar keringat tersumbat. Efeknya, keringat si kecil jadi tidak bisa keluar dan menumpuk di bawah kulitnya. Hal ini membuat kulitnya tampak memiliki bintik-bintik kecil berwarna kemerahan yang terasa panas, perih, dan gatal.

Pada bayi, biasanya biang keringat muncul di bagian wajah, leher, dada, serta daerah-daerah lipatan kulit, seperti paha bagian dalam dan bokong.

Faktor penyebab biang keringat

Seperti yang telah disebutkan, peradangan kulit ini muncul ketika saluran keringat si kecil tersumbat. Alih-alih menguap, keringat justru terperangkap di bawah kulit hingga menyebabkan peradangan dan ruam.

Sebenarnya, tidak diketahui secara pasti mengapa saluran keringat bisa tersumbat. Akan tetapi, beberapa faktor berikut tampaknya bisa menyebabkan penyumbatan ini, yaitu:

  • Saluran keringat bayi yang belum matang lebih mudah pecah dan menjebak keringat di bawah kulit

  • Tinggal di iklim tropis. Cuaca panas dan lembap rentan menyebabkan biang keringat muncul di kulit

  • Suhu tubuh terlalu panas, misalnya berpakaian terlalu tertutup yang tidak menyerap keringat atau selalu berselimut

  • Terlalu lama berada di kasur, misalnya ketika si kecil sedang demam sehingga tidur seharian

Cara mengatasi biang keringat

Jika biang keringat sudah telanjur menyerang dan membuat si kecil tidak nyaman, segera cari cara mengatasinya. Berikut beberapa hal yang bisa Ibu lakukan sebagai solusinya:

1. Memilih sabun bayi yang tepat

Saat si kecil punya ruam keringat, Ibu perlu menjaga kebersihan kulitnya.

Pilih sabun bayi dengan formula lembut dan ringan untuk memandikan si kecil. Sabun dengan formula ringan membantu melembutkan kembali kulit si kecil dan menjaga kelembapannya. Namun, jangan menggosok permukaan kulit yang ada biang keringatnya, cukup usapkan sabun pelan-pelan.

Setelah mandi, keringkan badannya dengan menepuk-nepukkan handuk yang lembut secara perlahan.

2. Taburkan bedak di area yang terkena

Setelah mandi, Anda dapat menaburkan kulit si kecil yang terkena biang keringat dengan JOHNSON’S® Baby Powder.

Selain wanginya yang menyegarkan, JOHNSON’S® Baby Powder melindungi kulit bayi Anda. Terbuat dari talk murni, bedak membantu menyerap keringat sehingga tidak menyumbat pori-pori. Anda dapat menemukan JOHNSON’S® Baby Powder pada tautan berikut ini.

Bedak JOHNSON’S® Baby Powder juga telah teruji oleh ahli dermatologist dan cocok untuk melindungi kulit bayi Anda.

3. Menggunakan pakaian yang menyerap keringat

Pakaian yang terlalu tebal bisa membuat kulit si kecil rentan ruam karena justru memerangkap menyerap keringat. Maka, kenakanlah buah hati Anda pakaian dengan bahan yang lembut dan efektif menyerap keringat, seperti katun.

Jika kondisi kulitnya tidak juga membaik setelah tiga atau empat hari, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter.

Cara mencegah timbulnya biang keringat

Mencegah tentu lebih baik dari mengobati bukan, Bu? Oleh karena itu, yuk lakukan berbagai cara berikut untuk mencegah munculnya biang keringat pada kulit si kecil:

1. Tidak memakaikan baju yang terlalu ketat dan tebal

Saat memilih pakaian untuk si kecil, hindari yang berbahan terlalu tebal atau ketat saat cuaca sedang panas-panasnya. Pasalnya, pakaian jenis ini bisa membuat keringat terperangkap di dalam kulit dan memicu timbulnya peradangan.

2. Sering-sering mengangkat si kecil dari kasur

Bayi belum bisa banyak bergerak sendiri. Biasanya aktivitas si kecil tidak jauh-jauh dari kasur, kereta bayi, atau gendongan. Oleh karenanya, Ibu perlu sering-sering memindahkannya.

Tujuan utamanya yaitu untuk melancarkan sirkulasi udara di tubuhnya. Pasalnya, memanasnya suhu tubuh dan minimnya sirkulasi udara bisa menyebabkan keringat terperangkap di kulit. Akibatnya, risiko timbulnya bintik kecil merah pada kulit pun meningkat.

3. Membatasi waktu bermain si kecil di luar saat cuaca panas

Saat cuaca sedang terik-teriknya, ajak anak untuk bermain di dalam ruangan. Pasalnya, sengatan matahari dan udara yang panas justru memicu tubuh untuk lebih banyak berkeringat. Risiko penumpukan keringat di kelenjar minyak pun semakin besar.

Oleh sebab itu, salah satu cara untuk merawat kulit si kecil agar terhindar dari biang keringat adalah dengan mengajaknya bermain di dalam ruangan.

Dengan sedikit kreativitas, aktivitas indoor bisa jadi tidak kalah menyenangkan kok, Bu. Membuat prakarya bersama atau menyusun puzzle jadi alternatif kegiatan yang bisa dicoba.

4. Menggunakan produk perawatan kulit dengan tepat

Agar kesehatan kulit si kecil tetap terjaga, pastikan untuk menggunakan produk yang tepat dengan cara yang tepat pula. Misalnya, bedak bayi hanya boleh diberikan jika kulit si kecil sudah benar-benar kering dan tidak lembap. Selain itu, baby lotion tidak boleh diberikan terlalu sering pada kulit bayi.

Itulah beberapa poin seputar cara merawat kulit bayi saat terkena biang keringat. Semoga bermanfaat ya, Bu!

References:

Heat Rash https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heat-rash/symptoms-causes/syc-20373276 accessed on September 18th 2019

Home Remedies for Heat Rash https://www.healthline.com/health/heat-rash-home-remedies#home-remedies accessed on September 18th 2019

Prickly Heat (Miliaria Rubra). https://www.healthline.com/health/prickly-heat#picture-of-prickly-heat-rash accessed on September 18th 2019

Kembali ke Atas