Skip to main content

Pahami Serangkaian Proses Kehamilan dari Awal Sampai Akhir

n3_proses_kehamilan-min.jpg

Kehamilan seolah-olah memang terjadi secara tiba-tiba. Bahkan, ada beberapa ibu yang baru menyadari dirinya hamil setelah usia kandungan berjalan beberapa bulan. Padahal sebelum kehamilan terjadi, ada serangkaian proses yang berlangsung di dalam tubuh tanpa Anda sadari. Seperti apa proses kehamilan itu? Berikut ulasannya.

Proses terjadinya kehamilan

Proses kehamilan bukanlah sesuatu yang sederhana untuk dijelaskan. Namun secara singkatnya, kehamilan bisa terjadi ketika ada peretemuan antara sel telur wanita dan sel sperma pria sehingga terjadi pembuahan (konsepsi).

Untuk lebih lengkapnya, berikut uraian proses pembuahan sampai akhirnya terjadi kehamilan pada tubuh ibu:

Pelepasan sel telur (proses ovulasi)

Setiap bulannya, indung telur (ovarium) bertugas untuk memproduksi sel telur (ovum) di dalam kantung kecil bernama folikel. Sekitar 14 hari sebelum menstruasi, sel telur (ovum) dikeluarkan dari dalam indung telur (ovarium).

Proses keluarnya ovum dari dalam ovarium ini dinamakan ovulasi. Sel telur alias ovum tidak keluar dengan sendirinya, melainkan karena adanya dorongan dari hormon.

Setelah ovum berhasil keluar dari ovarium, ia akan bergerak ke saluran tuba (tuba falopi). Tuba falopi atau dikenal juga dengan nama oviduk adalah saluran yang menghubungkan antara ovarium dengan rahim.

Sebelumnya perlu diketahui bahwa indung telur (ovarium) dan tuba falopi (oviduk) terdiri atas dua bagian, yakni di sebelah kanan dan kiri. Keduanya sama-sama mengarah pada satu rahim (uterus).

Ketika sel telur telah keluar dari ovarium dan sampai di tuba falopi, folikel yang ada pada ovarium kemudian berkembang menjadi corpus luteum. Selanjutnya, corpus luteum melepaskan hormon yang akan membantu menebalkan lapisan dinding rahim sebagai persiapan bila terjadi pembuahan.

Sel telur yang berada di dalam tuba falopi hanya dapat bertahan hidup selama kurang lebih 24 jam. Di sini, sel telur menunggu datangnya sel sperma agar terjadi proses pembuahan sebelum kehamilan.

Pertemuan sperma dan sel telur

Proses kehamilan yang dimulai dengan pertemuan sel sperma dan sel telur akan berlangsung di dalam tuba falopi. Namun sebelumnya, ketahui juga dari mana sperma berasal.

Sperma merupakan sel berukuran sangat kecil (mikroskopis) yang dihasilkan oleh testis pria. Sperma bercampur dengan berbagai cairan lainnya sampai akhirnya membentuk air mani, yang keluar ketika pria mengalami ejakulasi.

Ejakulasi yang terjadi saat berhubungan intim membuat jutaan sel sperma masuk ke vagina. Sperma kemudian bergerak menuju leher rahim (serviks), rahim, hingga sampai di tuba falopi.

Di tempat inilah sperma dan sel telur akan bertemu hingga terjadi pembuahan. Dari berjuta sperma yang masuk ke vagina, hanya akan ada satu yang dapat bertahan sampai ke tuba falopi dan membuahi sel telur.

Menempelnya sel telur pada rahim (implantasi)

Sel telur atau ovum yang telah dibuahi oleh sperma kemudian akan bergerak dari tuba falopi menuju ke rahim. Proses kehamilan yang satu ini biasanya berlangsung sekitar 3-4 hari setelah pembuahan terjadi.

Setelah berada di rahim, sel telur tersebut akan bertahan kurang lebih 2-3 hari sampai akhirnya menempel pada dinding rahim. Proses ini dinamakan sebagai implantasi, yang menandakan bahwa kehamilan akan segera tiba.

Totalnya, implantasi biasanya dimulai sekitar 6 hari usai terjadinya pembuahan. Embrio kemudian akan berkembang sedikit demi sedikit, disertai dengan pembentukan plasenta di sekelilingnya.

Ketika sel telur yang sudah dibuahi oleh sel sperma resmi menempel di dalam rahim, tubuh secara otomatis akan melepaskan berbagai hormon kehamilan. Mulai dari hormon progesteron, estrogen, prolaktin, oksitosin, dan HCG.

Hormon-hormon tersebut bertugas untuk mencegah agar dinding rahim yang sebelumnya telah menebal sebagai persiapan kehamilan, tidak meluruh. Inilah alasan mengapa ibu yang sedang hamil tidak mengalami menstruasi.

Singkat cerita, bila sel telur tidak kunjung dibuahi oleh sperma, sel telur yang ada di dalam tuba falopi akan bergerak masuk ke dalam rahim dan kemudian hancur.

Hancurnya sel telur (ovum) yang tidak dibuahi akan disertai dengan meluruhnya dinding rahim yang telah menebal. Tubuh kemudian akan melepaskannya dalam bentuk darah menstruasi.

Itulah mengapa ibu akan mengalami menstruasi ketika proses pembuahan sebagai awal kehamilan tidak terjadi.

 

Referensi:

Planning a Pregnancy. FPA. https://www.fpa.org.uk/sites/default/files/planning-a-pregnancy.pdf Accessed on September 18th 2019.

How Pregnancy Happens. https://www.plannedparenthood.org/learn/pregnancy/how-pregnancy-happens Accessed on September 18th 2019.

Pregnancy and Conception. https://www.webmd.com/baby/understanding-conception Accessed on September 18th 2019.

Pregnancy: Ovulation, Conception, and Getting Pregnant. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/11585-pregnancy-ovulation-conception--getting-pregnant Accessed on September 18th 2019.

Kembali ke Atas