Skip to main content

Kenali Tahap Demi Tahap Saat Melahirkan Normal

n2_melahirkan_normal-min.jpg

Bagi ibu yang sedang mengandung dan mempersiapkan hari kelahiran tiba, mungkin Anda merasa agak cemas memikirkan tahapan melahirkan normal yang nanti akan dijalani. Padahal sebenarnya, melahirkan normal tidak menakutkan seperti yang Anda bayangkan. Maka itu, sebaiknya pahami tahap demi tahap dalam metode melahirkan ini, yuk!

Proses melahirkan normal

Secara keseluruhan, melahirkan normal terbagi menjadi 3 tahapan. Tak perlu khawatir, karena tubuh secara otomatis akan mengalami perkembangan sedikit demi sedikit dalam setiap tahapan melahirkan, sampai akhirnya bayi dilahirkan.

Berikut perkembangan tahapan atau fase selama melahirkan normal berlangsung:

Fase pertama melahirkan normal

Pada fase awal melahirkan normal, tubuh akan mengalami serangkaian tanda-tanda melahirkan yang khas. Selama fase awal berlangsung, ada 3 perkembangan yang akan ibu alami, yakni:

1. Laten

Laten merupakan masa awal persalinan yang ditandai dengan munculnya kontraksi yang sangat bervariasi dengan intensitas ringan hingga cukup kuat. Kontraksi yang muncul bisa berlangsung berkali-kali, yang kemudian memicu penipisan dan pelebaran serviks (leher rahim) hingga mencapai 3-4 cm. Ini dapat terjadi dalam beberapa hari atau beberapa jam saja.

Selama kontraksi berlangsung, Ibu juga biasanya akan mengalami sakit punggung serta nyeri atau kram pada perut. Hanya saja, karena masih berada di fase laten dalam melahirkan normal, keluhan yang Ibu alami masih terasa agak ringan.

Sebisa mungkin, jaga tubuh agar tetap tenang dan nyaman. Anda bisa melakukan teknik pernapasan agar tubuh lebih rileks atau Anda bisa memilih posisi nyaman saat duduk dan berbaring.

2. Aktif

Ketika fase melahirkan normal sudah tergolong cukup aktif, kontraksi serta pelebaran serviks akan semakin kuat. Hal ini dibuktikan dengan serviks yang mengalami pelebaran dari 3-4 cm hingga mencapai 7 cm.

Keluhan sakit punggung dan kram perut yang ibu rasakan juga semakin nyata. Bahkan, ibu mungkin menemukan adanya darah yang keluar dari vagina.

Pada fase aktif ini, sebaiknya jangan tunda untuk segera pergi ke rumah sakit guna mendapatkan pemeriksaan dari dokter.

Sebelum benar-benar masuk ke tahapan utama dalam melahirkan normal, dokter akan memeriksa sudah sejauh mana perkembangan pembukaan serviks.

3. Transisi

Masuk ke akhir tahapan pertama dalam melahirkan normal, Anda akan merasakan peningkatan kontraksi yang jauh lebih intens ketimbang sebelumnya. Di fase transisi, kontraksi bisa berlangsung setiap 2-3 menit sekali, dengan lama waktu sekitar 60-90 detik.

Semakin sering kontraksi terjadi, akan membantu serviks untuk semakin melebar. Di fase transisi ini, serviks telah mengalami pelebaran atau pembukaan sepenuhnya hingga 10 cm.

Fase kedua melahirkan normal

Setelah melalui tahapan pertama dalam melahirkan normal, kini ibu masuk ke tahap kedua yang ditandai dengan pembukaan serviks seutuhnya. Artinya, ibu sudah siap sepenuhnya untuk melahirkan bayi.

Pembukaan serviks hingga 10 cm akan memudahkan bayi untuk turun ke jalan lahir, hingga nantinya keluar melalui vagina. Dokter akan meminta Anda untuk mengejan secara teratur guna membantu mendorong bayi agar lebih mudah dilahirkan.

Bantuan dari kontraksi dan upaya mengejan yang dilakukan bersamaan akan semakin mendorong bayi untuk melewati jalan lahirnya melalui leher rahim. Ketika kepala bayi sudah melewati leher rahim dan masuk ke dalam vagina, kulit dan otot-otot vagina akan mengalami peregangan.

Otot antara vagina dan rektum (anus) atau yang disebut perineum, juga mencapai titik peregangan maksimum. Dokter akan terus memberi aba-aba untuk mengejan dan berusaha sekuat tenaga sampai seluruh tubuh bayi keluar dengan sempurna.

Jangan lupa, atur tarikan dan embusan napas Anda sebaik mungkin selama mengejan. Ikuti semua instruksi yang disampaikan oleh dokter dan tim medis agar tahu kapan harus mengejan, menarik napas, hingga membuangnya.

Setelah kepala bayi berhasil keluar melalui vagina, selanjutnya dokter akan menyedot atau membersihkan cairan ketuban, darah, serta lendir yang keluar dari hidung dan mulutnya.

Ibu akan diminta untuk terus mengejan dan mengatur napas sampai bagian tubuh, tangan, dan kaki bayi keluar dengan sempurna.

Usaha yang ibu lakukan untuk mengejan selama menjalani proses melahirkan normal hampir sama seperti ketika sedang buang air besar, tapi dengan tenaga yang jauh lebih kuat.

Fase ketiga melahirkan normal

Meski bayi telah lahir, masih ada tugas yang harus Anda selesaikan, yakni mengeluarkan plasenta dari dalam rahim. Dalam hal ini, artinya Anda sudah masuk ke fase ketiga atau akhir dari melahirkan normal.

Plasenta merupakan organ yang bertugas untuk melindungi dan memberi makan pada bayi selama berada di dalam kandungan. Untuk memudahkan keluarnya plasenta, umumnya rahim masih akan terus berkontraksi tapi dalam kekuatan yang ringan.

Kontraksi ringan ini bertujuan untuk membantu memisahkan plasenta yang masih menempel pada dinding rahim, kemudian mengeluarkannya melalui jalan lahir. Setelah plasenta berhasil keluar, dokter baru akan menjahit robekan pada vagina yang terjadi selama proses melahirkan normal berlangsung.

 

Referensi:

Zhang, J. and Duan, T. (2017). The physiologic pattern of normal labour progression. BJOG: An International Journal of Obstetrics & Gynaecology, 125(8), pp.955-955. https://obgyn.onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1111/1471-0528.14929

What to Expect During a Vaginal Delivery. https://www.healthline.com/health/pregnancy/intrapartum-care-vaginal-delivery Accessed on September 18th 2019.

Labor and Delivery. https://www.healthline.com/health/pregnancy/labor-and-delivery Accessed on September 18th 2019.

Normal Labor and Delivery Process. https://www.webmd.com/baby/guide/normal-labor-and-delivery-process#1 Accessed on September 18th 2019.

Sarah Kilpatrick., dan Etoi Garrison. Normal Labor and Deliveryhttp://obgyn.azurewebsites.net/wp-content/uploads/2014/02/gabbe-normal-labor.pdf

Normal Labour and Birth. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/nbk49398/bin/ch2-fs1.pdf

Kembali ke Atas